Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Laman

BISMILLAHI AR-RAHMAN AR-RAHIIM

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Tampilkan postingan dengan label Pendididkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendididkan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Maret 2010

Tips Meningkatkan Kepercayaan Diri


1. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Ingat bahwa semua kita berbeda. Kita tidak semua melihat dan bertindak sama dan kita dianugerahi kekayaan yang sama. Jika anda mulai membuat perbandingan dengan setiap orang, anda akan menyiksa diri sendiri dan tidak ingin melakukan sesuatu dalam proses.


2. Berhenti merendahkan diri sendiri

Cobalah mengenal nilai-nilai diri sebagai seorang individu. Anda sangat istimewa dan anda perlu menyadari hal itu. Jika orang tidak menemukan dalam diri anda sesuatu yang menarik, itu masalah mereka. Ada banyak orang diluar sana yang akan menyukai anda seperti diri anda.


3. Buat daftar kelebihan kemampuan anda dan coba merealisasikannya

Fokuskan pada sesuatu yang membuat anda istimewa atau sesuatu yang membuat seseorang nyaman dengan anda. Anda memiliki senyum atau kemampuan membuat orang tertawa. Atau mungkin anda memiliki bakat terpendam yang tidak pernah anda sadari.


4. Lebih banyak melibatkan diri

Cobalah untuk mencari hobi yang anda sukai, bergabung dengan klub olahraga atau ikut kerja sebagai sukarelawan. Lebih banyak waktu yang anda habiskan pada sesuatu yang menstimulus anda, semakin sedikit waktu untuk merendahkan diri sendiri.


5. Bergabunglah dengan orang positif

Seringkali lingkungan yang penuh ketegangan dikelilingi oleh orang yang sinis dan depresi yang hanya sedikit mendorong semangat anda. Alih-alih, bergabunglah dengan mereka yang bisa membuat anda bahagia yang benar-benar ingin membantu anda menghormati diri sendiri.


rhaiyablox.blogspot.com

Sabtu, 30 Mei 2009

Penyakit yang membuatmu menjadi manusia super



Photographic memory

Pernah dengar orang dengan kemampuan yang disebut “photographic memories”. Biasanya kita menggunakan istilah ini untuk menyebut seseorang yang memiliki kemampuan diatas rata-rata untuk mengingat informasi mengenai masa lalu atau lingkungan sekitar. Hal ini pernah di demonstrasikan oleh Stephen Wiltshire, benar-benar anugrah yang langka dan luar biasa. Wiltshire adalah seorang autistic savant dan orang-orang yang mengenalnya menyebutnya “kamera hidup”. Waktu dia berusia 11 tahun dia menggambar representasi yang sempurna dari kota London dilihat dari atas setelah dia naik helikopter, detail sampai ke jumlah jendela di tiap-tiap bangunan di kota London. Mungkin ini yang paling keren dari yang pernah gw liat. Di bawah ada foto Stephen Wiltshire memamerkan kemampuannya.

Tertiary Neurosyphilis

Tertiary neurosyphilis, sipilis paling menarik dari sudut pandang kultural, Saat-saat sebelum serangan kelumpuhan, penderita mengalami delusions od grandeur (rasa percaya diri bahwa dirinya sangat kuat dan penting), merasa bahwa dia mengerti segala-galanya, perasaan bahwa dia hampir menemukan sesuatu yang monumental yang akan mengubah sejarah dunia selamanya, rasanya pembuluh darahnya dialiri kekuatan Tuhan. Karena tahap awal dari penyakit ini kekuatannya lemah, penderita yang seorang seniman mungkin akan menghasilkan karya seni yang mencerminkan sikap pandang. Bob Summers merasa bahwa “King of Tetch” adalah salah satunya. Wilhelm Reich merasa bahwa dia telah membuka rahasia jagad raya dengan penemuan energi orgone, sesuatu yang sekarang diakumulasikan dalam kotak orgone nya, yang membuat pembangkit listik tidak diperluakn. Hayden merasa Ninth Symphony nya Beethoven dikomposisikan dalam keadaan tersebut, setelah sipilis melumpuhkan pendengaran Beethoven dan dalam proses melumpuhkan otaknya juga. “Seid umschlungen Millionen!” puisi yang menakjubkan dari Schiller identik dengan indahnya musical score milik Beethoven, paling tidak, berkaitan dengan Ode to Joy chorus. Proses otak mengalami kelumpuhan pada penderita sipilis jenis ini digambarkan seperti bola lampu, yang menyala sangat terang sebelum akhirnya mati.

Disarikan dari Deborah Hayden, Pox: Genius, Madness, and the Mysteries of Syphilis (New York: Basic Books, 2003), 379 pp., Reviewed by E. Michael Jones, Ph.D.

Synesthesia

Synesthesia bisa terjadi antara dua indra atau mode persepsi. Saat hampir setiap kombinasi pengalaman yang mungkin secara logika bisa terjadi, beberapa tipe lebih umum dibanding yang lain.
Grapheme → color synesthesia

An example of a test used to demonstrate the reality of synesthetic experiences

Bagaimana seseorang dengan synesthesia mungkin merasakan (bukan melihat) huruf dan nomor tertentu.
Pada satu dari bentuk synesthesia yang paling umum, grapheme → color synesthesia, satu huruf dari alfabet dan nomor ( secara bersamaan dikenal sebagai graphemes ), dinaungi oleh warna. Tidak ada 2 synesthetes(penderita) yang melaporkan warna yang sama untuk semua nomor dan huruf, penelitian dari banyak synesthetes menemukan bahwa ada kecenderungan umum dari huruf (misal A berwarna merah) – wikipedia

Music → color synesthesia
Di Music → color synesthesia, seseorang mengalami warna untuk merespon nada atau aspek dari musikal stimulus (misal timbre atau kunci). Seperti halnya grapheme → color synesthesia, tidak ada persamaan antar synesthetes bahwa nada memiliki warna tertentu, tapi setiap individu secara internal konsisten. Di uji berbulan-bulan kemudian, synesthetes akan menghasilkan laporan yang sama seperti bulan sebelumnya.
can occur between nearly any two senses or perceptual modes. While nearly every possible combination of experiences is logically possible, several types are more common than others.

- Disarikan dari Wikipedia, klik disini untuk baca selengkapnya
http://en.wikipedia.org/wiki/Synesthesia#Various_forms

Savantism without major autistic impairments.

Daniel Paul Tammet adalah autistic savant dari Inggris dengan fasilitas untuk masalah matematis, sequence memory, dan pembelajaran bahasa natural. Sejak lahir dia menderita epilepsi. Pengalaman nomor sebagai warna sudah dijelaskan sedikit di atas, tapi Tammet memiliki keunikan bagaimana spesifik dan detailnya mental imagery yang dimilikinya tentang nomor. Dia mengatakan bahwa di dalam pikirannya setiap nomor, lebih dari 10000, memiliki bentuk unik dan rasa, dan dia bisa mendeteksi apakah nomor itu prima atau komposit dan juga melihat hasil dari perhitungan sebagai pemandangan dalam pikirannya. Dia telah menggambarkan gambaran visualnya dari angka 289 sebagai angka yang buruk rupa, 333 sebagai angka yang menarik, dan pi sangat cantik.

Tammet memegang rekor untuk mengingat dan menyebutkan pi sampai 22,514 digit dalam waktu 5 jam.

- Disarikan dari Wikipedia, klik untuk tahu lebih banyak tentang Daniel.


Temporal Lobe Epilepsy

Orang yang menderita temporal lobe epilepsy merasa dunia dengan cara yang sangat berbeda dari orang kebanyakan. Peneliti pertama yang mencatat pengalaman tidak wajar dari penyakit ini adalah neurologist Norman Geschwind, yang mencatat pemetaan gejala, termasuk hypergraphia(keinginan mendesak untuk menulis), hyperreligiosity(sangat religius), fainting spells, mutism(mampu bicara tapi tidak bisa bicara) and pedantism(kesombongan ilmiah), sering secara umum disebut sebagai sindrom Geschwind. Vilayanur S. Ramachandran mengeksplorasi neural basis dari hyperreligiosity yang terlihat di TLE menggunakan galvanic skin response (metode yang digunakan untuk mengukur ketahanan kulit thd listrik), yang mengukur respon emosional, untuk menentukan apakah hyperreligiosity terlihat di TLE dikarenakan peningkatan respon emosi secara keseluruhan, atau peningkatan hanya spesifik pada stimuli religi saja. (Ramachandran and Blakeslee, 1998).
-Disarikan dari Wikipedia, klik untuk tahu lebih banyak.

Congenital Insensitivity to Pain (CIPA)

Congenital insensitivity to pain (or congenital analgia) adalah kondisi yang sangat jarang dimana orang tidak bisa merasakan rasa sakit. Persepsi dan sensasi berjalan normal, misal mereka masih bisa merasakan sentuhan yang berbeda, dan tidak bisa dideteksi ketidaknormalan secara fisik. Penderita sering mengalami kerusakan di bagian rongga mulut (misal jika ujung lidah tergigit) atau patah tulang. Infeksi yang tidak diketahui dan kerusakan kornea mata juga sering terjadi karena ada obyek asing yang masuk mata mereka tapi tidak disadari.

From Wikipedia Click Here for more information about CIPA

Also Here a little girl with CIPA was featured on the Oprah Show.
http://www.oprah.com/tows/slide/200511/20051108/slide_20051108_284_208.jhtml

Persistent Sexual Arousal Syndrome (PSAS)

Persistent Sexual Arousal Syndrome menyebabkan rangsangan genital yang spontan dan konstan, dengan atau tanpa orgasme atau rangsangan genital, tidak berhubungan dengan hasrat seksual atau perasaan semacamnya. Pertama kali didokumentasikan oleh Dr. Sandra Leiblum tahun 2001, hanya sekarang dikarakterisasikan sebagai sindrom yang berbeda di literatur medis. Secara khusus, ini tidak berhubungan dengan hiperseks, kadang dikenal sebagai nymphomania atau satyriasis. Selain sangat jarang, kondisi ini juga banyak yang tidak dilaporkan karena penderita merasa malu.

Physical arousal disebabkan oleh sindrom ini bisa sangat intens dan tahan sampai jangka waktu yang lama. Orgasme kadang hanya memberikan kepuasan sementara, tapi dalam hitungan jam gejala akan muncul kemabli. Gejala bisa mengganggu konsentrasi pekerjaan sehari-hari. Beberapa situasi, seperti naik kendaraan bermotor, getaran HP bahkan pergi ke toilet bisa menyebabkan sindrom ini tak terkendali.

- Disarikan dari Wikipedia , info selengkapnya PSAS klik disini

Contoh: Wanita dengan 300+ orgasme per hari: http://www.mymultiplesclerosis.co.uk/misc/orgasms.html

Hypergraphia

Hypergraphia adalah rasa mendesak untuk menulis. Bukan kelainan tersendiri, tapi bisa diasosiasikan dengan temporal lobe changes pada epilepsi. Beberapa area otak mengatur aksi tulis menulis. Gerakan fisik tangan dikontrol oleh cerebral cortex yang termasuk bagian luar lapisan otak. Keinginan menulis sebaliknya dikontrol oleh sistem limbic, cluster sel berbentuk cincin yang ada di bagian dalam cortex yang menagtur emosi, insting bersosialisasi, dan inspirasi dan juga mengatur kebutuhan manusia untuk berkomunikasi. Kata-kata dan ide dimengerti oleh temporal lobe di belakang telinga, dan temporal lobe ini berhubungan dengan sistem limbic. Ide diorganisir dan diedit di frontal lobe otak. Cedera tempral lobe juga menyebabkan epilepsi. Hypergraphia tidak selalu terjadi pada temporal lobe epilepsy.
Saat ini, hypergraphia diketahui disebabkan oleh perubahan aktifitas brainwave di temporal lobe

- Disarikan dari Wikipedia,

�zwani.com
SoloCyberCity

Jumat, 01 Mei 2009

Physicologies pendididkan

Penjara Hidup

swadexi

Adanya sekolah atau kampus sebenarnya bukan tanpa alasan ataupun hal yang sia-sia hanya saja SISTEM yang ada di Indonesia pada khususnya, belum mampu mengakomodasi kebutuhan seseorang dalam rangka proses pembelajaran, saya sering memberikan ilustrasi seperti ini. kita semua mengetahui bahwa tipe belajar seseorang ada 3 cara: audiotorial, visual, dan kinestetik. suatu hari seorang kinestetik mengikuti sebuah pelajaran, karena tipenya yang lebih nyaman menggunakan indra perasanya, dan melakukan gerakan saat mempelajari sesuatu maka dia terkena marah, " budi kalau guru sedang menerangkan sesuatu coba diam nanti kamu TIDAK MENGERTI, nanti KAMU BODOH, coba kamu kedepan kerjakan soal ini" ternyata kata TIDAK MENGERTI menjadi do'a yang dikabulkan, sang anak gagal menyelesaikan soal, sepulang kerumah sang anak mendapat nasihat tambahan "Budi bapak bilang apa, jika guru mengajar, kamu diam,nanti kamu TIDAK MENGERTI, nanti KAMU BODOH". peristiwa ini terjadi berulang kali hingga sang anak dengan keyakinan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diaplikasikan dalam perbuatan meyakini bahwa SAYA BODOH...

Saat ini sistem yang ada sangat cocok untuk seorang dengan dominan audiotorial, dan mulai ditunjang olah visual seperti gambar, kinestetik seperti praktikum masih sangat minim. belum lagi anggaran dana pendidikan yang cuma Rp.0,000000...1 menambah sesak nafas sistem pendidikan di negeri ini "mau pintar kok mahal". saat usia 7 tahun seorang anak diIndonesia telah mulai memasuki sekolah dasar kelas 1, dan sang ibu dan ayah menyerahkan sepenuhnya pola pambentukan kepribadian, mental dan pengembangan diri seorang anak pada sistem yang ada di sekolah, begitu pula ketika berlanjut tingkat sekolah menengah sang anak masih dipercayakan dibentuk oleh sekolah, dan semakin kiat mengakar dalam keyakinan bahwa "kalau kamu mau jadi "orang" kamu harus pintar". perkataan ini bisa menjadi pemicu perkembangan diri sang anak dan bisa menjadi racun yang mematikan ketika sang anak merasa bahwa dirinya bodoh dan akhirnya dia meyakni "saya ini orang bodoh jadi saya tidak bisa sukses" sampai akhir hayat. Pola fikir ini banyak saya temukan ketika mengadakan beberapa perbincangan masa depan dengan bebrapa orang yang berlatar belakang berbeda, saat saya menanyakan kepada mereka " apakah anda pernah mencoba meningkatkan kualitas kehidupan anda" atau dengan pertanyaan "kedepan rencana bapak/ibu mau seperti apa untuk meningkatkan kehidupan ibu/bapak", mereka menjawab dengan nada sama " saya ini tidak punya keahlian apa-apa, sekolah saja cuma tamat.... jadi ya seperti ini saja sudah syukur". jujur saya merasa sangat kasihan dengan mereka, padahal Allah SWT menciptakan manusia dengan sangat sempurna (sumulyatul insan),dan tidak ada yang bodoh didunia ini yang ada adalah orang yang percaya dirinya bodoh, IQ buka ukuran, toefel bukan standarisasi, bahkan tidak ada ayatnya bahwa manusia yang paling sukses adalah manusia yang IQnya tinggi, toefelnya diatas 500 ujian dapat 100 dan segalanya, Allah SWT akan meninggikan orang yang memiliki ILMU PENGETAHUAN beberapa derajat, saya teringat perkataan Reza M Syarif (motivator No.1 Indonesia, rekor MURI) bahwa kata ILMU PENGETAHUAN yang dikaitkan dengan sekolah atau kuiah hanyalah menciptakan sebuah TEMPURUNG, beliau mengajak untuk belajar dalam Live University yang sangat kaya akan ilmu pengetahuan.

Hal ini menyadarkan kita akan pentingnya orang tua dan kelurga dekat dalam pola pengembanga diri seorang anak, Mahatma Ghandi pernah menuliskan kalimat indah "anakmu bukanlah dirimu, anakmu bukanlah seperti apa yang kau inginkan, anakmu memiliki bentuk sendiri, tugasmu hanyalah membantunya menemukan bentuk yang sempurna". apapun yang terjadi kepada seorang anak bukanlah tangung jawab guru sekolah,atau guru les tapi tangung jawab orang tuanya dan kita semua. untuk itu saya berpesan kepada diri saya dan mereka yang memiliki harapan kepada anaknya untuk bersama-sama menjaga dan membantu anak menemukan bentuk sempurna.